ARTIKEL


Pendidikan di Indonesia

Jurnalis

Akreditasi Sebagian Besar Fakultas Kedokteran Masih Rendah

News Logo

Pendirian sejumlah fakultas kedokteran di sejumlah daerah pada tahun 2008-2010 tidak diimbangi penyediaan dosen ataupun sarana dan prasarana yang memadai. Akibatnya, sebagian fakultas kedokteran hanya memiliki akreditasi C, bahkan belum terakreditasi. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Menaldi Rasmin mengatakan, tahun 2008 hanya ada 52 fakultas kedokteran. Namun, tahun 2010 jumlahnya menjadi 72 fakultas kedokteran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2009 menyebut, ada 69 fakultas kedokteran. Sebanyak 31 fakultas dikelola universitas negeri dan 38 fakultas dikelola swasta.

Data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun yang sama menunjukkan hanya 16 fakultas kedokteran terakreditasi A, 18 terakreditasi B, dan 10 terakreditasi C. Sisanya belum terakreditasi. Idealnya fakultas kedokteran memiliki rasio dosen dan mahasiswa 1:10 untuk tahap preklinik dan pada tahap klinik 1:5.

Sebuah fakultas kedokteran juga harus memiliki rumah sakit pendidikan utama. Rumah sakit ini penting sebagai media pembelajaran dan pengajaran metodologi serta keterampilan kedokteran yang memadai. Banyak fakultas kedokteran didirikan di sejumlah provinsi untuk memenuhi kebutuhan dokter di daerah tersebut, namun pendirian itu tak mengacu pada standar pendirian fakultas kedokteran yang ada, yaitu satu fakultas kedokteran untuk setiap 3 juta penduduk.



Terkait akreditasi sebagian besar fakultas kedokteran yang rendah, hal itu terjadi karena beberapa kriteria penilaian belum terpenuhi, seperti kriteria kelulusan ataupun lama studi. Namun, pada saat izin pendirian fakultas baru diberikan, semua fakultas kedokteran itu telah memenuhi kriteria sumber daya manusia ataupun sarana dan prasarana minimal yang dipersyaratkan.

Proses akreditasi fakultas kedokteran ke depan akan dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kedokteran, tidak lagi melalui BAN-PT. Hal ini karena standar pendidikan dan kompetensi dokter disahkan KKI sehingga evaluasi pelaksanaan proses tersebut akan dilakukan KKI melalui LAM Kedokteran.

Fakultas kedokteran dengan akreditasi C atau lebih rendah harus digabung dengan fakultas kedokteran lain. Jika tidak mau, fakultas kedokteran terkait akan dicabut izinnya atau ditutup. Mutunya pun harus ditingkatkan. Hingga akhir 2011, baru 50 fakultas kedokteran yang menghasilkan lulusan. Ke-50 fakultas kedokteran itu rata-rata menghasilkan 8.500 dokter baru per tahun. Pada 2014, jumlah dokter di Indonesia diperkirakan sudah memenuhi kebutuhan untuk melayani seluruh rakyat. (njep)


Kirim Print


Comments

ryannie putri | 01/01/1970 07:00

kursi yang ada tak sebanding dengan peminatnya.. walaupun, tak sembarang orang bisa masuk fakultas kedokteran.

kikie | 01/01/1970 07:00

pgn bgt deh kuliah jurusan kedokteran :)

zainurrahman | 01/01/1970 07:00

i wanna be doctor

sherlly samosir | 01/01/1970 07:00

pengen masuk fakultas kedokteran,gimana caranya ya...??

maria | 01/01/1970 07:00

i going to become a doctor


Comment Reply

Nama
Email
Website
Comment
Captcha