ARTIKEL


Ujian Nasional

Waspada Kecurangan Ujian Nasional

News Logo

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti tahun-tahun sebelumnya, kecurangan Ujian Nasional (UN) diduga tetap akan terjadi. Kecurangan juga bersifat sistematis mengingat UN menentukan gengsi sekolah dan pemerintah daerah.

Ade Irawan dari Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch mengatakan, Jumat (17/4), berdasarkan pengamatan ada tiga modus kecurangan Ujian Nasional (UN) yang digunakan yakni sebelum ujian dilaksanakan. Modus yang digunakan biasanya dengan membocorkan soal dan jawaban.

Modus lainnya ialah saat ujian dilaksanakan. Jawaban dibuat pada saat ujian, biasanya dilakukan oleh tim, yang berisi guru bidang studi. Proses distribusi jawaban bervariasi, ada yang menggunakan handphone (HP) sampai dengan kertas kecil. Modus ketiga setelah ujian selesai. Biasanya, tim bekerja pasca-UN. Murid diminta untuk mengosongkan jawaban yang nantinya akan diisi tim.

Ade mengatakan, posisi guru dalam keadaan terjepit antara orangtua murid, murid, sekolah dan birokrat pendidikan. Iklim tersebut tentu tidak sehat bagi kemajuan pendidikan. Ade mengatakan, kecurangan merupakan ekses. "Persoalannya tidak semata kecurangan itu sendiri, tetapi kebijakan UN itu sendiri harus dievaluasi," ujarnya.

Quote:

Mungkin kita bisa sedih membaca artikel ini. Bagaimana hanya karena rasa tidak mau kalah hingga institusi sekolah melakukan berbagai hal untuk meningkatkan kredibilitas sekolahan tersebut. Bukan dengan mendidik murid - muridnya untuk semakin baik, tapi malah menghasilkan calon - calon koruptor di kemudian hari.

Semoga dengan turun tangannya pemerintah mengawasi Ujian Nasional, peristiwa - peristiwa semacam ini dapat dihentikan. Kasian melihat mereka yang sudah belajar, nilainya sama dengan mereka yang tidak belajar.


Kirim Print


Comments


Comment Reply

Nama
Email
Website
Comment
Captcha